Tahan Diri dan Atur Hidup

Tetaplah sehat, jaga diri, jauhkan dari potensi penularan virus CoViD-19. Memang, pemerintah dengan penetapan CoViD-19 sebagai bencana nasional, memberikan komitmen pengobatan gratis bagi penderita.

Namun tak semudah itu pula pasien dapat ditanggung pemerintah. Jangan menganggap bahwa jika Anda tertular virus corona maka Anda bisa tenang saja, toh akan diobati gratis oleh pemerintah.

Milik National Geographic


Kenapa?  Karena anggaran negara untuk penanggulangan CoViD-19 bisa jadi tidak sebanding dengan munculnya jumlah pasien baru.

Berdasarkan catatan dari beberapa rumah sakit swasta di Indonesia, para pasien yang terpaksa harus dirawat di sana, mengeluarkan biaya minimal Rp 102 juta dan ada yang hingga mencapai Rp 500 juta.

Para pasien tersebut adalah mereka yang dalam status bertaraf ekonomi baik, hingga yang terpaksa dirawat di RS swasta karena tidak dapat ditanggung pemerintah.

Maka solusi terbaik bagi pribadi maupun negara dalam menghadapi wabah ini adalah hindari penyakit CoViD-19. 

Caranya sudah berkali-kali diberitahukan, yakni jangan beraktifitas sosial yang saling berdekatan, yang berpotensi penularan. Jaga jarak dan sehatkan diri dari dalam dengan menjaga makanan dan badan adalah kuncinya.

Social distance bahkan lockdown, merupakan cara menyelamatkan diri di situasi ini. Lalu bagaimana dengan "Lockdown akan membuat kami makin miskin karena tak bisa mencari duit". Maka pikirkan pula, bila tetap bersikeras mengabaikan, pilihannya adalah Anda sekeluarga akan makin miskin karena ketika tertular akan keluar biaya berobat yang mahal, atau bahkan keluarga Anda kehilangan Anda sebagai pencari duit. Silakanlah dipertimbangkan dengan bijaksana demi bersama.

Kita bisa selamat dari potensi kematian atau biaya pengobatan yang tinggi, dengan menahan diri dan menjaga diri. Selain itu, kantung uang negara pun tidak kempis sehingga masih mampu memutar ekonomi bagi kelangsungan kehidupan rakyat di kemudian hari pasca pagebluk.

Comments

Popular Posts