Pengguna WA di Berbagai Negara Pindah ke Signal

Selain di Amerika Serikat (AS), pengguna WhatsApp (WA) di Jerman, Perancis, dan India berbondong-bondong pindah ke aplikasi Signal. Hal tersebut lantaran kebijakan Facebook yang 'memaksa' pengguna (user) untuk setuju, bila data-data mereka dikelola oleh Facebook. Apa saja data WA pengguna yang akan dikelola Facebook?



Yaitu, pertama, layanan WA beserta data-data pengguna yang ada di WA (foto profil, nomor WA teman-teman si pengguna tersebut, nama profil pengguna, hingga status WA terakhir si pengguna). Kedua, untuk para pelaku bisnis, isi chat mereka akan dikelola oleh Facebook hosted service, dan ketiga integrasi data-data WA ke produk-produk Facebook.

Seperti dikutip dari laman arsTECHICA, pada intinya, obrolan WA para pengguna akan dipakai oleh Facebook (melalui infrastrukturnya), sehingga para pelaku bisnis bisa memanfaatkan obrolan tersebut. Per tanggal 9 Januari 2020, Facebook telah mem-blast kebijakannya tersebut. 

NAMUN SAYANGNYA MESKIPUN KEBIJAKAN ITU MEREKA BUAT DENGAN KALIMAT YANG TAK LEBIH DARI 8.000 KATA, BANYAK JARGON PADA KALIMAT PEMBERITAHUANNYA, SEHINGGA MENYULITKAN MASYARAKAT AWAM UNTUK BISA MEMAHAMI KEBIJAKAN ITU.

Akhirnya banyak pengguna yang tidak menyukai kebijakan baru tersebut. Terlebih ketika Facebook dan WA malah memberi opsi "Delete Account" dan pindah ke platform social chat media yang lain.

Karena itulah mulai banyak pengguna di berbagai negara pindah dari WA ke Signal. Lalu kenapa Signal yang jadi pilihan? Bahkan Elon Musk pun menyarankan agar pengguna WA pindah ke Signal. Hal tersebut lantaran user experience Signal tidak jauh berbeda dengan WA.



Di Signal, selain berbasis pada nomor telfon selular, juga bisa memfasilitasi group. Signal juga bisa memanfaatkan group link yang oleh user tinggal di klik, dan user pun kemudian masuk bergabung ke dalam grup tersebut.


Comments

Popular Posts