Translate

Ulah Majikan

Ini adalah karya tulis dari Aprilia Haryanti salah satu peserta Angrybow Storytelling Workshop di IPB University. Selamat membaca.


Bursa merupakan kota terbesar keempat di Turki setelah Istanbul, Ankara, dan Izmir. 

Ada beberapa mahasiswa Indonesia tinggal di kontrakan bersama yang ada di kota ini. Jay, salah satu mahasiswa Bursa Uludag, tinggal dengan empat belas anak, 6 anak di lantai bawah, sisanya di lantai atas termasuk Jay. Di kontrakan, Jay dibolehkan memelihara kucing atau hewan piaraan. Kucing yang ia pelihara sebenarnya adopsi dari tetangga sebelah hingga akhirnya Jay rawat sampai sekarang. Salah satu hobi Jay adalah travelling. 


Foto : https://www.advertisingweek360.com/



Turki dengan sejarahnya yang hebat, menarik untuk ditilas. Tetapi masa pandemi membuatnya harus tetap di kontrakan, dan dia memilih untuk menghabiskan waktu bersama kucingnya, Zoro. 


Prankk!!


Terdengar suara dari dapur kontrakan, diikuti suara teriakan, “Jay!! Kucingmu ngamuk.


”Bergegas Jay menengok keadaan dapur dan tercengang melihat keusilan Zoro ingin mengambil lauk di meja. Ternyata Jay lupa memberi jatah makan Zoro siang itu. 


“Sorry Dim, lupa ngasih makan Zoro,” terang Jay kepada Dimas. 


Jay terkekeh, merasa tak bersalah. Usai memberi makan Zoro, Jay kembali ke kamar, mengambil smartphone lalu mengirimkan pesan ke Lucy, salah satu teman akrab dari pondok yang sama- sama kuliah di Turki. Awalnya Jay ingin bertanya kabar, tetapi setelahnya Lucy mengirim pesan amat panjang yang menunjukkan kalau kucing Lucy sedang sakit. 


“Kalau gitu, kita bawa ke klinik aja,” Luc. Saran Jay lewat pesan pribadinya dengan Lucy. 


“Wah, dimana nih?” Balas Lucy. 


Akhirnya mereka berniat membawa kucing Lucy ke klinik dokter hewan yang ada di Istanbul, dan letaknya di luar kota. Keesokan harinya, mereka berangkat. Jay yang datang ke tempat kontrakan Lucy, langsung membantu menenteng kandang kucing Lucy, dan berdua mencari taksi. 


“Nereye gidiyorsun?” Tanya sopir taksi tentang kemanakah Jay dan Lucy akan pergi. 


“Otobus terminaline gitmek istiyoruz,” Jawab Jay menjelaskan mereka ingin diantar ke terminal bus, dan tanpa berlama-lama sopir taksi itu langsung memacu gasnya.


Sebelum tiba di terminal bus, Jay menyiapkan uang dan mencoba untuk membayar, “Ne kadar oldu?” Sopir taksi itu mengatakan harga tarif taksi tak biasanya. 


Jay dan Lucy terkejut. Jay menjelaskan kepada pak sopir taksi, bahwa mereka adalah mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Turki, tetapi selama naik taksi, tak pernah mendapatkan tarif semahal itu. Jay juga mencoba memperingatkan pak sopir tersebut.


Beberapa meter dari terminal, Jay dan Lucy diturunkan dari taksi. Jay memilih untuk berjalan kaki, sambil menyerahkan tarif biasanya dan beberapa lembar Lira Turki. Ternyata mereka ingin ditipu oleh seorang sopir taksi tersebut dengan memahalkan tarif perjalanan taksi yang tidak seperti biasanya. Usai coba ditipu oleh sopir taksi, ia diikuti seseorang, dan bis yang seharusnya dinaiki, sudah berangkat beberapa menit lalu, ia perlu menunggu tiga jam untuk bisa mendapat bis berikutnya. Padahal kucing Lucy terus mengeong. Karena Lucy kecapaian, Jay hampir hilang kesabaran, dan saat itu sedang bulan puasa, akhirnya mereka memutuskan pulang dan tidak mendapat apa-apa. 


Ia coba menghubungi teman Indonesianya yang kebetulan berkuliah di jurusan yang ada kaitannya dengan kesehatan hewan. Temannya mengatakan kalau kucing Lucy mengalami konstipasi. Menurut Vadreas et al. (2020) dalam jurnalnya, konstipasi atau gejala sulitnya feses keluar, dapat ditandai dengan kucing tidak nafsu makan, perut besar dan teraba keras bahkan buncit, serta kucing dapat terlihat kurus. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti makanan kucing dari makanan yang kering menjadi makanan yang lembut dan mengandung air, memberikan kucing laksatif natural misalnya jus lidah buaya untuk memperlancar feses, dan memberi kucing anema / sedatif sehingga feses dapat dikeluarkan. 


Sementara itu, penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan sedatif atau anestesi umum untuk membersihkan saluran cerna kucing dan mengeluarkan sumbatannya. Sebenarnya, info yang diberikan oleh teman Jay dari Indonesia tersebut dapat diperoleh dengan dokter hewan melalui aplikasi Halo Doc ! Disitu sudah ada dokter hewan yang siap membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dan keluhan pemilik hewan. Mungkin Jay dapat berkonsultasi terlebih dahulu. Apakah harus mengganti pakan, atau sekedar membelikan obat yang diminta dokternya di pet shop, tanpa harus menenteng si kucing, ikut merasakan ledakan kepenatan akibat sikon yang sedang tidak baik saat itu. 


Prankk!!


Lagi-lagi terdengar suara benda jatuh dari dapur, Jay langsung berlari

menengoknya. Kali ini bukan ulah kucingnya, tetapi Dimas. Jay, Zoro poop sembarang tempat nih, dan ini cair. Kata Dimas.

Comments

Popular Posts