Advertisement

Main Ad

Stagnan Tapi Berkembang. Kok Bisa?

Penulis : Nabil Raihan Alfarisi | Peserta Angrybow Storytelling Class

Apa yang ada di benakmu? Ketika mendengar bahwa ada restoran kecil yang sudah berpuluh-puluh tahun berdiri, selalu ramai pembeli, tetapi tempatnya masih seperti itu saja dari awal berdiri sampai sekarang. Ya, sama sekali tidak ada kemajuan baik sarana maupun prasarana rumah makan itu. Itulah yang terjadi pada rumah makan yang ada di dekat rumahku. 

Mereka menjual sate ayam, sate kambing, dan yang paling khas, sop kambing. Tidak seperti sop kambing yang sering kita temui, sop kambing di sini bisa dibilang sangat berbeda rasanya dibanding sop kambing lainnya. Sop kambing di sini sama sekali tidak memakai sayur-sayuran, hanya kuah dan daging kambing saja. Gaya penyajiannya juga bukan dengan bawang goreng atau merica sebagai topping-nya. Melainkan sop kambing ini memberikan topping berupa acar yang biasa kita temui pada nasi goreng. Rasanya, benar-benar tidak ada rumah makan lain yang pernah menyamai sop kambing ini.




Baik, kita kembali lagi ke soal rumah makan yang masih kecil dari dulu hingga sekarang. Termasuk aku, juga banyak orang yang menanyakan mengapa rumah makan yang sudah untung besar itu tidak merenovasi sarana dan prasarananya? Mungkin bukan karena tidak memiliki modal. Buktinya saja karyawannya semakin lama semakin banyak, tetapi tetap saja mereka semua harus berdesak-desakan di rumah makan mini itu. 

Sebenarnya bukan salah si pemilik rumah makan, tetapi salah kita. Mengapa kita melulu melihat kesuksesan orang lain dari penampakan luarnya saja. 

Kalau saja kita bisa berbaik sangka, anggap saja si pemilik rumah makan ternyata kaya raya dengan harta yang selalu disedekahkan sehingga tidak ada yang tersisa untuk merenovasi rumah makan miliknya. Sampai di sini, mari kita saling berbaik sangka kepada sesama. Bukan berarti yang kita lihat di depan kita merepresentasikan seluruh yang orang lain miliki. Banyak hal yang tidak kita tahu. Dan memang sewajarnya, manusia adalah makhluk yang serba tidak tahu.



Post a Comment

0 Comments