Gagal Ginjal Akut Merenggut Nyawa Anak

Dua hari lalu (Rabu, 19 Oktober 2022) keponakan seorang teman meninggal, karena gagal ginjal akut. Entah bagaimana bisa begitu, yang pasti si anak (sebelum meninggal) sempat diare dan muntah-muntah. Lalu setelah gejala tersebut diobati, dia kembali sehat dan beraktivitas lagi seperti sediakala. Tak ada kecurigaan lain setelah si anak kembali sehat. Namun tak sampai dua hari, kondisi si anak tiba-tiba drop. Dia lemas, lalu demam dan akhirnya meninggal di rumah sakit.

Menurut dokter yang menangani post mortem, yang patut dicurigai adalah ketika si anak memang cukup mengonsumsi air putih dan cukup minum, tapi sangat jarang buang air kecil. Menurut sang dokter, itu adalah gejala yang pasti mengarah pada gagal ginjal. Maka sebaiknya dari sekarang, para mulai mengontrol aktivitas buang air kecil si anak. Kalau sudah mulai menunjukkan keanehan dari frekuensi buang air kecilnya, maka segera bawa ke dokter.


Anak-anak usia produktif


Kemudian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), baru-baru ini, berdasarkan informasi di beberapa media massa, telah menemukan produk-produk obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) melebihi ambang batas yang sudah ditentukan. Daftar produk tersebut pun sudah banyak beredar di dunia maya. Maka waspadai pemberian obat yang dijual bebas untuk anak. Dan sebaiknya, pakai pengobatan tradisional. Karena tubuh sudah terlalu banyak konsumsi obat mengandung kimia. Luruhkan dengan rutin minum air kelapa supaya bisa di netral kan efek dari obat tersebut.

Post a Comment

0 Comments