Nama Jenis Virus COVID-19 di Dunia

Banyak orang di Indonesia kemungkinan hanya akrab mendengar nama tiga jenis virus COVID-19 saja, yaitu virus Corona (nama yang muncul di awal pandemi), Covid Delta (jenis yang paling ganas), dan Omicron (yang terjadi di pertengahan 2022). Padahal ada beberapa nama varian yang telah dicatat oleh WHO. Berikut beberapa varian virus corona yang ada di beberapa negara di dunia:

Varian Alpha
Varian virus corona Alpha yang merupakan varian virus corona yang pertama kali muncul di Inggris pada Desember 2020.

Varian Beta
Virus corona varian Beta pertama kali ditemukan di Teluk Nelson Mendela. Varian ini dua kali lebih infeksius dibandingkan virus COVID-19 yang muncul pertama kali.

Varian Gamma
Varian Gamma adalah varian yang ditemukan di Brasil. Varian ini awalnya mengakibatkan ledakan wabah di Brasil hingga memicu kenaikan jumlah pasien dan angka kematian yang drastis. Para peneliti di Harvard University, Amerika Serikat mendapatkan fakta tingkat kematian akibat varian Gamma lebih tinggi dibandingkan dengan varian awalnya.

Varian Delta
Varian Delta pertama kali ditemukan di India yang diduga menyebabkan peningkatan kasus pada gelombang kedua pandemi di India sejak Februari 2021. Varian ini telah ditemukan di lebih dari 74 negara. Pada 3 Mei 2021, varian ini juga telah masuk ke Indonesia. Penularan dan penyebaran varian Delta mencapai 40% lebih cepat dibandingkan varian Alpha. Selain itu, varian ini dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah pada pasien lansia dan pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi.

Varian Epsilon

Varian Epsilon merupakan varian COVID-19 yang muncul dari negara bagian California di Amerika Serikat pada Juli 2020. Munculnya varian ini diikuti dengan bertambahnya kasus positif COVID-19 di Amerika Serikat. Di seluruh dunia, sebanyak 46 negara melaporkan kasus positif akibat terjangkitnya varian ini. Namun, tingkat penularannya tidak begitu tinggi seperti di Amerika Serikat. Indonesia tidak melaporkan munculnya varian ini di dalam negeri.

Varian Zeta

Varian virus corona ini lebih dahulu terdeteksi di Rio de Janeiro, Brasil. Sebelumnya, varian ini sudah menyebar dan terdeteksi lebih dulu di Inggris. Varian virus corona Zeta dianggap tidak menyebabkan kekhawatiran dari segi penyebarannya.

Varian Eta
Varian Eta adalah varian yang baru didapatkan dan diidentifikasi di Inggris. Menurut para ilmuwan, varian ini memiliki beberapa mutasi pada gen. Meski demikian, sejauh ini tak ada yang bisa membuktikan bahwa virus corona varian Eta ini lebih menular hingga menyebabkan keparahan pada penderitanya.

Varian Theta
Virus varian ini dideteksi ada di Filipina. Varian ini belum cukup memiliki bukti bahwa akan berdampak pada kesehatan masyarakat seperti kebanyakan varian lainnya. Namun, varian ini memiliki kemungkinan besar lebih cepat dalam tingkat penularannya.

Varian Lota
Varian yang ditemukan di New York, Amerika Serikat pada bulan November belum diketahui apakah dapat menular atau tidak. Varian virus ini dikabarkan belum tersebar luas baik di New York maupun negara-negara lainnya.

Varian Kappa
Varian virus Kappa merupakan varian baru yang memiliki mutasi ganda dari negara India. Dilaporkan bahwa ada sebanyak lebih dari 2,7 juta kasus infeksi yang telah terjadi. Varian ini juga diduga dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas pada vaksin.

Varian Lambda
Varian virus ini pertama kali ditemukan di Peru. Selain Peru, sejauh ini varian Lambda telah terdeteksi pula di Chile, Argentina, dan Ekuador. Varian baru ini sangat menular dibandingkan dengan virus aslinya.



Alvan Muhammad Hibatullah Santoso dalam Jurnal Media Hutama mengungkapkan, corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 pertama kali dilaporkan muncul di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019. Wabah disebabkan oleh SARS-COV-2 dimana virus tersebut hasil evolusi dari famili Coronavirus. 


Gambar dari Businesswolrd.in


Evolusi yang terjadi pada virus melalui mutasi genetik merupakan hal yang alamiah terjadi. Virus berveolusi agar bisa terus beradaptasi dengan lingkungannya. Cepatnya penyebaran dan penularan virus ini tidak terlepas dari kemampuan virus untuk berevolusi yang disebabkan oleh terjadinya mutasi dari materi genetik virus ini. 

Dengan demikian, mutasi virus Corona telah menjadi topik hangat di telinga publik maupun peneliti. Studi ini dilakukan melalui studi literatur. Menjadi penting mengetahui evolusi dari SARS-CoV-2. Dengan diketahui pola mutasinya, maka obat antivirus lebih mudah ditemukan sehingga pandemic akan benar-benar berakhir. 


Sumber artikel:
- WHO
- Website Siloam Hospital
- Hibatullah Santoso, A. M. (2022). COVID-19 : VARIAN DAN MUTASI. Jurnal Medika Hutama.

Post a Comment

0 Comments