Bagaimana Doa Mengubah Qadarullah

Angrybow
By -
0

Hei... Adakah mahluk Allah yang bisa menghentikan matahari terbenam atau mencegahnya terbit? Non sense kalau ada yang bisa, karena panjang waktu dari hilangnya siang dan munculnya pagi adalah qadha yang absolut, hanya Allah yang bisa mengubahnya kelak menjelang kiamat.


Namun qadarullah, ternyata di Cina ada yang bisa memperlama sentuhan cahaya matahari sedikit melebihi waktu terbenamnya. Ya, setidaknya beberapa menit pascasurut sinar matahari, penduduk di salah satu kota di Cina bisa tetap merasakan efek sinar matahari lantaran ada mesin cahaya buatan dengan intensitas nyaris setara matahari. 


Begitulah upaya manusia dalam bentuk ikhtiar. Sehingga Allah akhirnya mengabulkan hal itu terwujud, dan kun fa ya kun! Terjadilah. Nah, itulah salah satu kemurahan Allah Maha Pemurah atas keinginan mahlukNya yang telah berikhtiar.


Di lain tempat, lokasinya di Surabaya, tepatnya di kawasan Rungkut. Kejadiannya tahun 2004 saat saya sedang berangkat menuju kantor di Graha Pena. 


Saya naik motor bebek yang baru saya beli beberapa pekan, pasca dapat gaji pertama kerja sebagai fotojurnalis koran Radar Surabaya. Melewati kawasan Tropodo menuju kawasan industri Rungkut di pagi hari jam kerja, memang cukup menyeramkan karena truk besar ada di depan dan belakang kita. Oh ya, kenapa rute saya lewat situ? Ini tak lain karena saya dilarang kost oleh tante saya, yang punya suami orang asli Sedati Agung. Saya disuruh tinggal di rumahnya, supaya terkontrol kegiatan saya, amanat ibu saya kepada tante --sebagai bujangan saat itu. Jadi ya, saya tiap hari ngantor dari Sedati ke Graha Pena.


Jalur maut

Kembali ke perjalaan dari Sedati memotong jalur lewat Tropodo menuju Rungkut dan akhirnya bisa tembus ke area Bungur Asih, untuk selanjutnya tinggal lurus ke Graha Pena.


Di depan saya, sekitar 50 meter jarak dari moncong motor ini, ada truk kontainer kargo berjalan kecepatan normal. Di depannya lagi, lajur paling kiri, tampak ada perempuan bertubuh cukup gemuk --mungkin bisa dibilang dia di usia seorang nenek, tapi masih berani bawa motor lewat Rungkut. 


Tak selang berapa lama, dari arah belakang ada motor bebek dengan lincah sat set mencoba menembus kepadatan lalu lintas. Dari spion motor tampak sepertinya dia sudah berhasil menyalip sesama motor, mobil, bahkan juga truk yang jauh tampak dibelakang. 


Dengan gaya zig zag nya itu, si pemotor seperti tupai jalanan. Saya sendiri posisinya ada di belakang truk kontainer, sedikit memberi jarak aman di depan, mengantri menunggu posisi dan waktu yang tepat untuk bisa mendahului kontainer.


Motor lain ada yang dengan kolaborasi ketidaksabaran dan kelihaiannya, menyalip truk kontainer dari kanan, bahkan ada yang dari kiri! Masya Allah. Nah, karena saya berkendara santai di belakang truk itu dan di sisi kiri lajur, saya bisa melihat dari jauh si ibu tua itu ada di kiri lajur juga, dengan kecepatan relatif rendah. Sampai akhirnya truk kontainer depan saya perlahan berpindah jalur sedikit ke kanan untuk mendahului si ibu. 


Lha, ternyata saat truk berpindah jalur, motor yang ugal-ugalan tadi  menyalip dari kiri, memotong celah kosong di depan saya tanpa etika, dan langsung ke kiri, sangat dekat dengan pantat truk kontainer. Saya langsung memperlahankan laju dan sedikit demi sedikit mengerem, menjauh dari truk dan membiarkan motor itu mendahului. Karena saya berpikiran jelek, "Waduh kalo dia nabrak si nenek itu, mati deh mereka berdua kelindas truk." 





Dan benar saja, si pemotor gila itu mencoba menyalip truk kontainer dari kiri, tapi akhirnya kepalang tanggung dan menabrak motor si nenek dari belakang dan keduanya jatuh dengan posisi kepala masuk kolong truk. "Brakkk!!" Bunyi pilu yang saya enggan melihatnya. Bunyi seperti helm terinjak.


Alhasil si pengendara ceroboh itu tewas dengan kepala remuk dan taburan potongan otak terburai di aspal. Sedangkan si nenek, meski juga masuk ke dalam kolong truk, tapi seluruh tubuhnya yang terlempar ke dalam kolong. Ketika truk melindas kepala pemotor nahas itu, tubuh si nenek berhasil lolos dari roda truk maut itu. Alhasil tubuh si nenek lolos dari lindasan.


Sampai sopir truk pun berhenti setelah melindas korban. Si nenek, sepertinya ada di rongga antara dua ban truk kiri-kanan, di bawah chassis, sehingga dia lolos roda sebesar tubuhnya itu. 


Dari dalam kolong truk terdengar suara si nenek berteriak histeris lantaran melihat korban mengenaskan yang sudah berlumuran berdarah dan isi kepala tertumpah ke jalan. Banyak pemotor yang berhenti dan bergegas mengevakuasi si nenek dari kolong truk dengan menyeret tubuhnya hingga ke pinggir jalan. 


Saya sendiri, ikut berhenti tapi tidak ikut mengevakuasi karena langsung muntah melihat kondisi korban tewas seketika yang tubuhnya masih tampak bergerak tidak jelas meregang nyawa. Ada beberapa orang menepuk bahu saya saat saya muntah dengan maksud supaya saya tenang. 


Lalu si nenek, setelah dievakuasi ke pinggir, dia langsung berucap istighfar berkali-kali. Saya pun setelah tidak muntah, menghampiri kerumunan sekitar si nenek itu untuk melihat lebih dekat kondisinya. Terdengar ucapan dari mulutnya kata-kata dzikir dan dia juga berucap, "Matur suwun ya Allah, dungokku.. Matur suwun ya Allah sangeet." Berulang kali dia berucap itu. Sampai akhirnya si nenek pingsan. 


Namun ada yang aneh setelah dia pingsan. Tak lama si nenek mengeluarkan air liur dan air mata. Saya pun berteriak meminta orang yang paham kesehatan untuk mengecek kondisi si nenek. Kemudian ada yang memeriksanya. Dia memegang pangkal leher dan nadi si nenek dan akhirnya menggeleng kepala, sebagai isyarat bahwa si nenek kemungkinan juga meninggal. 


Singkat cerita, dari kejadian itu saya menyimpulkan bahwa si nenek dengan doa nya kepada Allah, sepertinya dia telah sering meminta dihindari dari kengerian di jalan. Sampai akhirnya Allah mewafatkannya dengan cara yang lebih baik meski penyebabnya kecelakaan mengerikan. Qodho dari Allah untuk si nenek adalah, dia harus kembali di hari itu melalui kecelakaan. Namun Allah mengizinkannya meninggal dengan lebih tenang. Begitulah kekuatan doa: qadha Allah tetap absolut namun qadarullah menunjukkan betapa Allah Maha Kuasa mengubah takdir buruk menjadi lebih baik. Tetaplah kawan berdoa minta yang baik kepada Allah, nisyaca insyaAllah akan dikabulkanNya. 


Angiola Harry | Journalist

Tags:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)

#buttons=(Baiklah!) #days=(20)

Website ini menggunakan cookies. Cek Dulu
Ok, Go it!