Siswa Binaan Angrybow Raih Juara Fotografi Harapan 1 dan 2

Belum pernah mengikuti lomba fotografi sebelumnya, dua siswa SMA Negeri 39 Jakarta, Khairul Azzam El Fajr dan Rayyan Abdillah Anugrah berhasil raih Juara Harapan 1 dan 2 untuk lomba fotografi ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026.

Keduanya masuk dalam lima besar setelah berkompetisi di final FLS3N 2026 tingkat Jakarta Timur 2 pada Kamis, 7 Mei 2026, setelah menyingkirkan 66 peserta lomba.


Pelatih fotografi yang ditunjuk oleh SMA Negeri 39 Jakarta adalah founder Angrybow, Angiola Harry, yang memiliki pengalaman fotojurnalistik sejak 2004 atau selama 22 tahun.

"Di kompetisi fotografi FLS3N ini, foto yang terlihat indah dipandang tidaklah cukup bagi para juri. Karena para peserta wajib memberi makna yang jelas dari foto yang mereka dapat di lapangan, serta bernarasi atau caption yang sesuai tema, dan memiliki nilai edukasi," ungkap Angiola Harry, usai pengumuman hasil final lomba fotografi FLS3N 2026 tingkat Jakarta Timur 2 di SMK Negeri 24 Jakarta Timur.


Fitri Rizkiyah saat membina kedua muridnya sebelum menuju final FLS3N Jaktim 2


Keberhasilan kedua siswa SMA Negeri 29 Jakarta Timur tersebut juga disambut dengan gembira oleh pembina sekolah Fitri Rizkiyah.

"SMA Negeri 39 belum pernah dapat juara fotografi FLS3N. Tapi tahun ini kami mengirim Azzam dan Rayyan dan keduanya berhasil, bukan salah satunya," ujar Fitri, yang juga guru mata pelajaran Sosiologi. Dengan membanggakan, keduanya membawa pulang sertifikat Juara Harapan 1 dan 2 ke sekolah.


Adapun keterlibatan pihak pengajar non organik atau yang didatangkan dari luar sekolah, menurut Fitri adalah salah satu konsep merdeka belajar yang dicontoh dari metode Praktisi Mengajar yang telah diterapkan di perguruan tinggi nasional.

Konsep Praktisi Mengajar di perguruan tinggi ialah sebagai bentuk transformasi sistem pendidikan, di mana para praktisi akan mengajari proses perencanaan hingga pembelajaran supaya mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Dengan begitu, para mahasiswa dibebaskan untuk berinteraksi langsung dengan para praktisi, yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Konsep seperti itulah yang sedang diterapkan di tingkat sekolah menengah atas atau SMA.


Menurut Fitri, harapan utama negara ini memang supaya para murid SMA yang telah dari sekolah, langsung lanjut belajar ke perguruan tinggi. Namun, lantaran faktor tertentu, ada beberapa siswa dan siswi yang terpaksa harus mengenyam dunia kerja terlebih dulu pascalulus, dan kemudian melanjutkan proses pembelajaran ke perguruan tinggi.

Sehingga untuk mengantisipasi hal itu, maka pihak sekolah memiliki kewajiban memberi bekal terbaik bagi para peserta ajarnya.

"Jadi kami mencari praktisi yang memang memiliki prestasi, seperti Pak Angiola Harry yang memiliki prestasi di mana fotonya sering muncul di halaman utama media massa, baik nasional maupun internasional, juga memenangkan lomba foto," pungkas Fitri.


Menulis

Azzam, peraih Juara Harapan 1 lomba fotografi FLS3N 2026 tingkat Jaktim 2 mengatakan, apa yang diraih pada kompetisi tersebut akan menjadi bekal untuk ajang berikutnya.

"Terima kasih kepada para pembina sekolah dan pelatih yang memberi kami ilmu baru di luar pelajaran sekolah. Ini menjadi bekal ke depan untuk meraih prestasi selanjutnya," papar Azzam.


Sedangkan peraih Juara Harapan 2, Rayyan, mengaku senang dengan apa yang yang didapat meski belum cukup puas hingga meraih yang tertinggi.

"Senang tapi tidak boleh merasa puas. Masih harus mengejar yang lebih baik lagi di masa depan," tukasnya.


Adapun sang pelatih, Angiola Harry, yang juga merupakan koresponden salah satu media di Singapura mengungkapkan, di babak penyisihan, para siswa diminta untuk memberi pemaparan seputar storytelling atau kisah di balik foto.

"Mereka harus bisa menulis caption sesuai rencana hunting foto. Caption tersebut maksimal 150 kata untuk mewakili 9 foto," ujar Angiola.

Kemudian di tahap final, mereka harus memberi presentasi di depan para juri mengenai foto yang mereka dapat di lokasi langsung, tanpa membuat konsep terlebih dulu. 

"Mereka terlebih dulu harus mengambil 6 foto di lokasi final, setelah itu mempresentasikannya," papar Angiola.


Saat menjaring bakat lomba fotografi FLS3N di SMAN 39

Sehingga para peserta harus memahami fotografi dengan unsur informasi yang bercerita, atau yang umumnya dikenal sebagai fotojurnalistik.

Menurut Angiola, pentingnya mengetahui unsur informasi di balik foto bagi para siswa ialah untuk menghasilkan kualitas foto yang tidak hanya memiliki nilai keindahan, tapi juga nilai informasi penting.

Selanjutnya, para peserta akan terasah instingnya dalam mengendus informasi di balik gambar yang mereka ambil dari sebuah peristiwa.


Harapannya ke depan, mereka tidak hanya akan menghasilkan uang dari foto, tapi juga bisa memaparkan informasi faktual tanpa unsur hoax dari sebuah foto yang otentik.

Angiola melanjutkan, pada tahun lalu adalah di SMA Negeri 13 yang memintanya memberi materi ajar fotografi. Namun pelatihan fotografi tersebut diberikan dengan materi lanjutan dasar pengambilan gambar videografi.

Tujuan utama pelatihan fotografi di SMA Negeri 13 ialah mengajarkan para murid untuk memahami konsep video shooting dengan dasar fotografi.

0 Comments