Advertisement

Main Ad

YAI dan EOA Holdings Gelar Pelatihan Citizen Journalism

Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) berkolaborasi dengan EOA Support System (ESS) PT. SBS (EOA Holdings) telah menyelenggarakan pelatihan singkat Citizen Journalism dengan tema "Dasar Fotografi dan Live Report" secara daring (online), yang digelar pada Rabu, 4 Agustus 2021 petang. Pelatihan tersebut dilakukan, untuk menyempurnakan aktivitas publikasi kegiatan-kegiatan di YAI, yang masih dinilai belum seragam dalam hal konsep pemaparannya.

"Jadi, kegiatan-kegiatan yang selama ini telah terselenggara dengan baik, publikasinya masih dilakukan dengan cara masing-masing. Kita butuh semacam pakem cara untuk melakukan publikasi, khususnya peliputan langsung," ungkap salah satu Pembina YAI, Helmy Faisal. Meski peliputan aktivitas-aktivitas YAI telah sering dilakukan dan ditayangkan, namun Helmy mengakui perlu merapikan beberapa hal, terutama tata cara meliput, pemaparan kegiatan, dan pengambilan gambarnya.





Untuk itu, YAI dan ESS mengundang dua orang narasumber yang memiliki pengalaman yang baik di bidang jurnalisme. Mereka adalah Wahyu Mulyono, Director of Photography PT. MRT Jakarta dan Angiola Harry, Journalist of The Citizen Daily, Singapore. Sesi pertama diisi oleh pemaparan tentang dasar-dasar fotografi untuk pengambilan gambar yang layak tampil, dengan menitikberatkan konsep pencahayaan, komposisi gambar, dan sudut pandang. Juga pemaparan tentang tata cara live report bagi seorang reporter.

"Seorang reporter adalah wakil dari penonton. Maka dia harus paham, informasi apa yang diinginkan oleh pemirsa di layar pandang," ungkap Wahyu. Sehingga apa yang akan dilaporkan kepada pemirsa merupakan informasi yang tepat guna, sesuai dengan tema acara atau peristiwa yang tengah terjadi di lapangan.

Selanjutnya, setelah mengetahui konsep laporan langsung (live report) dan cara pengambilan gambar, pemaparan dilanjutkan dengan konsep menulis laporan peliputan atau news script. Menurut Angiola, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama penulisan storyline sebagai arah cerita inti, "Setelah menulis storyline, barulah eksekusi shooting. Teknik menulis storyline yang direkomendasikan adalah AIDA atau membuat tulisan attractive, interesting, mengandung desire, dan action.

"Meski waktu pemaparan yang disediakan tidak banyak, namun kedua pemateri memaparkan metodenya dengan cukup efektif. Hal itu terlihat dari banyaknya tanggapan peserta hadir, yang menyentuh angka 161 orang peserta pada ruang Zoom Client Meeting, di kolom pesan (chat). CEO PT. SBS (EOA Holdings) Dedy Syahrul berharap, akan ada pelatihan-pelatihan pembinaan kemampuan seperti ini di ke depan harinya. "Sehingga peradaban EOA akan diisi oleh generasi cakap dan komunikatif," tandasnya.

Post a Comment

0 Comments