Barangkali Memang Ada Hiu Sebesar Megalodon di Indonesia

Angrybow
By -
0

Percayakah bila ternyata ada mahluk mirip Megalodon di lautan Indonesia?

Mungkin, pertanyaan ini oleh pakar kelautan Dr. Beginer Subhan akan dijawab, "Ya." Apa sebab?


Mari kita breakdown sedikit demi sedikit. 

Pertama, Indonesia adalah negara dengan perairan yang mengepung pulau-pulaunya, dari Sabang di barat sampai Merauke di timur. 

Beda dengan Amerika Serikat yang justru padat dengan daratan di setiap negara bagiannya, dari Washington hingga Florida di selatan dan New Hamshire di utara.

Nah, kembali ke Indonesia, adalah sebuah negara yang terletak di dalam sebuah area di mana terdapat kelimpahan ekologi laut (biodiversitas). 

Area yang dimaksud adalah area segitiga karang atau The Coral Traingle (CT).


Sebagai negara terbesar di area CT, maka potensi biodiversitas laut sangat tinggi.

"Sangat tinggi, di dalamnya banyak sekali mahluk hidup yang melimpah, yang terancam punah, yang akan punah, bahkan yang kita belum tahu, apakah ada atau tidak mahluk itu di laut Indonesia?" ungkap Dr. Beginer.

Wah, kenapa bisa menduga-duga begitu?


Bagi para warganet yang senang dengan tayangan tentang laut dan sumber daya di dalamnya, mungkin pernah melihat di beranda media sosial: beberapa reels yang menampilkan penampakan mahluk aneh di laut.

Misalnya, video dari seorang nelayan yang kebetulan merekam sesosok mahluk yang berenang di permukaan laut, yang belum pernah dia lihat selama bertahun-tahun mengarungi lautan.

Akhirnya jadi banyak yang menduga, menebak, bahkan mengaitkan dengan kisah mistik dan sebagainya.


Ilustrasi https://www.fws.gov/



Mungkin dalam waktu dekat, semua itu akan terjawab dengan metode barcoding (kode bar). 

Sebelumnya, mari analogikan dengan cara kerja kasir di sebuah minimarket, yang mampu mengenali harga sebuah minuman kaleng, hanya dengan memindai barcode yang tertera di badan kaleng.

Itulah metode kode bar atau barcoding, yang pada dasarnya ialah kumpulan data (database) tentang harga produk A, B, C, dan sebagainya, kemudian data antara produk dan harganya itu divisualisasikan dalam bentuk paparan garis.

Nah, yang terbaru dari pengembangan konsep kode bar adalah kode QR atau yang saat ini terkenal dengan istilah QRIS.

Metode barcoding dan QR itulah yang di kemudian hari akan membantu mendeteksi biodiversitas di laut Indonesia, sehingga kita akan bisa mengetahui potensi sumber daya perikanan laut Indonesia secara lebih luas.


Sudah sampai manakah metode barcoding di dunia kelautan dan perikanan di Indonesia?

"Masih terus kita kembangkan, yang pasti sudah lebih dari 5 tahun kita menelitinya. Yang terbaru adalah meta-barcoding dan ini menjadi tantangan kita, para peneliti kelautan," ujar Dr. Beginer.

Mengapa menjadi tantangan? Sebab ke depannya akan berkaitan dengan angka pasti kelestarian sumber daya kelautan (maximum sustainable yield), yang akan membantu para pengambil kebijakan pemanfaatan sumber daya perikanan.


Meta-barcoding sendiri merupakan upaya mengumpulkan DNA yang terpapar di dalam laut, baik di dasar laut, sedimen, hingga yang sudah terhempas hingga ke kawasan pesisir.

Selanjutnya, DNA yang terkumpul itu akan dimasukkan ke dalam basis data raksasa. 

Ada kata "meta" dalam metode barcoding tersebut, sebab setiap DNA yang didapat para peneliti, ada yang utuh dan ada yang berupa potongan DNA.

"Nah, kami akan melakukan DNA sequencing sehingga nantinya DNA-DNA yang didapat itu akan bisa terhubung secara utuh maupun mendekati utuh," ungkap Dr. Beginer.


Dari sekuen DNA yang sudah diteliti dan terbentuk secara utuh --atau mendekati utuh itu, maka akan terlihat lebih jelas lagi, mahluk apa sebenarnya yang kemungkinan ada di suatu area laut di Indonesia.

Boleh jadi, mahluk tersebut adalah ikan atau mamalia laut yang eksis, yang dekat kekeluargaannya (famili) dengan spesies atau genus mahluk terdahulu.


Penasaran dengan teori meta-barcoding lebih jauh? Saksikan tayangannya di bawah ini (klik gambar):




Tags:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)

#buttons=(Baiklah!) #days=(20)

Website ini menggunakan cookies. Cek Dulu
Ok, Go it!