Main Ad

Mentok Karir? Coba Pahami Ini

Banyak kejadian seperti ini di luar sana: mereka yang berkarir sudah sejak lama namun mentok alias tidak pernah naik pangkat hingga pensiun. Apa sebab? Mengutip dari Prof. Donald L Kirkpatrick, pakar human resource dari University of Wisconsin, Amerika Serikat, hal itu kemungkinan lantaran mereka tidak mampu lolos dari penilaian evaluasi. 


Spektrum karir Donald L. Kirkpatrick


Alhasil, karir mereka dianggap cukup cocok pada tingkatan tertentu saja. Misalnya, ternyata orang itu cukup bisa diandalkan hanya sampai tingkatan "bisa" saja, atau maksimal di "analisis" saja. Dan berikut penjelasannya.


Tahu (Knowledge), adalah tingkatan kemampuan seseorang untuk mengetahui dan mengingat tentang suatu pekerjaan, tetapi tidak bisa menjelaskan kepada orang lain tentang apa yang diketahuinya tersebut. Pengetahuannya hanya tahu untuk diri sendiri. Contohnya, seorang helper bengkel. Dia hanya tahu cara membersihkan bengkel dan kendaraan klien yang ada di dalam bengkel sebersih-bersihnya.

Mengerti (Understand), adalah kemampuan untuk menerjemahkan atau menginterprestasi informasi. Pada level ini seseorang sudah tahu tentang suatu pekerjaan tertentu dan bisa menjelaskan orang lain tentang segala sesuatu dari apa yang diketahuinya tersebut, akan tetapi belum bisa melakukan pekerjaan tersebut dengan baik. Ini contohnya asisten montir. Dia mengerti kenapa sepeda motor di bagian tampak luar hingga permukaan mesinnya harus dibersihkan, yaitu supaya kelihatan indah dan terlihat bila adanya keanehan.

Bisa (Aplication), adalah kemampuan untuk mengaplikasikan informasi yang telah diketahui dan dipahaminya. Pada level ini, seseorang sudah memahami tentang suatu pekerjaan tertentu dan bisa menjelaskan kepada orang lain tentang segala sesuatu apa yang diketahuinya, dan ia bisa melakukan pekerjaan tersebut dengan baik. Ini tak lain adalah montir, baik yang junior maupun senior. Dengan pengalamannya, dia bisa memahami bagaimana mekanisme sepeda motor bisa berjalan dan tampak wajar secara visual. Sehingga bila ada yang kurang tepat, dia akan meminta asisten montir membenahinya.

Analisis (Analysis), adalah kemampuan untuk memahami informasi ke tingkat analisis dan bisa menjelaskan bagaimana semua itu bisa bekerja secara bersamaan. Pada level ini seseorang tentunya sudah memahami tentang suatu pekerjaan tertentu dan bisa menjelaskan kepada orang lain tentang segala sesuatu dari apa yang diketahuinya tersebut, juga melakukan pekerjaan tersebut dengan baik. Namun dia juga bisa menganalisis serta mengatasi segala permasalahan yang muncul yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Sayangnya, dia belum bisa memberikan pelatihan tentang pekerjaan atau keahlian dari pekerjaannya tersebut kepada orang lain. Dialah manager bengkel yang telah memahami teori permesinan luar dalam, entah dari pengalaman langsung atau dari sekolah mekanik. Dia yang mengatur efektifitas banyak montir di bengkel.

Sintesis (Synthesis), adalah tingkatan kemampuan untuk merespon situasi baru dan menentukan pemecahan masalah dan solusinya. Pada level ini seseorang sudah memiliki kemampuan analisis dan sintesis, sehingga bisa mengatasi situasi baru yang terjadi di dalam pekerjaanya serta mampu untuk memecahkan masalahnya dan memberikan solusi yang tepat. Misalnya, seorang General Manager di bengkel besar, yang menangani kinerja bengkel di setiap cabang, dari laporan para manager bengkel. Dengan kemampuan analisis dan sintesis tersebut, bisa memberikan pelatihan tentang pekerjaan dan ruang lingkup permasalahan dalam pekerjaannya kepada orang lain.

Evaluasi (Evaluation), adalah tingkatan tertinggi dan ia sudah bisa memberikan evaluasi dan penilaian dari pekerjaan dan lingkup permasalahannya. Pada level ini, seseorang sudah bisa memberikan penilaian atas apapun dari pekerjaan tersebut. Ini tentunya adalah pemilik bengkel atau paling tidak CEO dari usaha perbengkelan. 


Jadi, berdasarkan grafik di atas, sampai manakah kemampuan kita saat ini? 

Bila semisal kita adalah tentara perwira, wajarkah bila memang pangkat di pundak mentok di kolonel? 

Dan bila jujur pada diri sendiri, patutkah bila posisi kita memang layak bercokol di level teknis? 

Bila tidak, maka mulailah tunjukkan kepada mereka yang sudah berwenang di level evaluasi, bahwa kita memang memiliki kemampuan lebih dari yang kita bayangkan saat ini. 

Post a Comment

0 Comments