Pencegahan dan Perlindungan Diri Saat Outdoor-an

Angrybow
By -
0

Terkadang "mode liburan" datang ke diri kita di saat situasi sedang tidak bersahabat. Inilah yang sering menyebabkan kejadian tidak diharapkan di saat liburan.


Atmosfer yang menunjukkan "kekacauan yang akan datang" sering kali tidak disadari saat berlibur bersama keluarga, teman, dan kerabat.


Pantai selatan Jawa Selatan menghadap Samudra Hindia yang terbuka, selain menyuguhkan pemandangan indah, juga memunculkan rasa tantangan atau adventurous di dalam diri seseorang.


Ada yang bahkan menganggap cuaca buruk di pesisir sebagai suasana "badai romantis", padahal hal itu dapat berubah menjadi badai buruk tiba-tiba.


Mereka lupa bahwa perairan itu tidak bernegosiasi. Ketika konveksi meningkat dan tekanan turun, gelombang akan menguat dengan cepat. 


Banyak yang mengabaikan risiko dengan probabilitas rendah, ternyata berdampak tinggi. Apalagi bila sudah secara emosional terlibat dalam suatu momen, risiko pun dilupakan. 


Ketidakpastian cuaca sendiri itu risiko yang kehadirannya merupakan siklus sebab akibat lalu bahayanya apa cuaca buruk. Nah, bagaimana mengendalikan ketidakpastian cuaca?


Ilustrasi AI



Dalam keilmuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), upaya pengendalian dari ketidakpastian cuaca bisa dilakukan dalam bentuk pencegahan dan atau perlindungan.


Menurut ahli K3 Desyawati Utami, S.Pi, M.KKK, yang pertama harus dilakukan sebelum menjalani aktifitas luar ruangan adalah memperbarui informasi mengenai prakiran cuaca, melalui aplikasi yang tepat.


Bila hal itu sudah dilakukan maka selanjutnya kita harus memastikan telah teraudiensi mengenai K3 di perjalanan hingga di tempat tujuan. 


"Masukkan dalam perencanaan berkegiatan, moda transportasi yang aman, dan waktu tempuh. Kelengkapan peralatan yang perlu dibawa, menjadi daftar periksa yang harus dipantau," papar Desyawati yang saat ini berprofesi sebagai Pendidik, Pelatih, dan Asesor Mutu dan K3 Lingkungan.


Kemudian, lanjut dia, penuhi kebutuhan kesehatan diri. "Jaga stamina dengan makan yang bergizi serta istirahat yang cukup. Lengkapi dengan vitamin," ujarnya.

 

Harus dimulai dari diri dan saat ini, untuk menjaga lingkungan sekitar. Sebab menurutnya perilaku kita jualah akan mencerminkan lingkungan kita.


Bila tidak memungkinkan, Desyawati menyarankan agar mengganti kegiatan dengan yang bisa dilakukan di dalam ruangan, melalui metode daring dan atau jarak jauh.


Upaya terakhir

"Nggak bisa pakai upaya pengendalian berupa pencegahankah Des? Ada pilihan lain? Ada dong, ini upaya terakhir ya. Setelah upaya pencegahan tidak bisa dilakukan, entah karena keterbatasan diri dan kondisi lingkungan, maka kita bisa melakukan upaya pengendalian berupa perlindungan," tukasnya. 


Selain meminta dilindungi oleh Yang Maha Kuasa dengan doa perlindungan, tentunya kita juga bisa berupaya melindungi diri dari risiko ketidakpastian cuaca. Seperti menyiapkan payung, topi, jas hujan, sandal anti slip, dan baju ganti. 


"Lengkapi bahan anti air untuk tas yang dibawa juga ya! Selamat menghadapi ketidakpastian cuaca saat ini dengan selamat dan sehat!" tutupnya.


Tags:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)

#buttons=(Baiklah!) #days=(20)

Website ini menggunakan cookies. Cek Dulu
Ok, Go it!