Harus Berapa Lagi Insiden Kehilangan Nyawa di Jalur KA?

Angrybow
By -
0

Belakangan ini, berita kecelakaan kereta api sering muncul di timeline media sosial, baik Instagram, YouTube, hingga Facebook.


Penyebabnya pada intinya adalah seperti tidak menganggap area rel kereta api sebagai kawasan yang bernilai waspada tinggi.


Dari mulai kendaraan yang bertaruh waktu melewati rel kereta hingga akhirnya bertabrakan dan merusak keduanya, hingga bahkan anak-anak yang menganggap area rel kereta api adalah tempat yang bisa main-main.


Pada Sabtu, 21 Februari 2026, terjadi lagi anak tewas tersambar kereta, bahkan lebih memilukan karena jumlahnya tiga orang remaja. 


Pada masa Covid-19 pernah terjadi kemalangan yang sama di mana anak dan ibu terseret kereta api hingga tewas karena bermain di area itu.


Selain menjadi rundungan duka bagi pihak keluarga korban, juga merugikan waktu penumpang, serta pihak PT. KAI yang terpaksa menghentikan perjalanan dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat tabrakan.


Entah harus berapa lagi insiden kehilangan nyawa di jalur kereta api. Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perekeretaapian telah jelas memberikan amanat bahwa jalur kereta api merupakan jalur khusus, bukan jalur yang umum yang bahkan menjadi tempat nongkrong. 


Ilustrasi AI


Menurut Pelatih, Pendidik, dan Asesor Mutu dan K3L, Desyawati Utami, S.Pi, M.KKK, dari sudut pandang keilmuan K3, perlu dilakukan  tindakan perbaikan segera, sebagai bagian dari pelaksanaan sistem manajemen K3 Perkeretaapian yang berkelanjutan. 


Tindakan perbaikan yang dapat dilakukan tidak hanya untuk PT. KAI namun juga perangkat RT/RW yang daerahnya memiliki jalur kereta api.


"Edukasi mengenai bahaya dan risiko di lingkungan tempat tinggal, menjadi salah satu tindakan perbaikan yang dapat dilakukan pihak perangkat desanya," ungkap Desyawati..


Sedangkan untuk PT. KAI kejadian ini menjadi sinyal untuk terus berinovasi dalam pembaharuan teknologi keselamatan perkeretaapian, seperti pengembangan sensor gerak pada jalur kereta yang terhubung dengan informasi sentral di ruangan kontrol masinis, pemanfaatan AI untuk mendeteksi jalur-jalur yang masih berisiko untuk dilewati masyarakat.


Sehingga akan ada pemetaan jalur berisiko dan dapat ditindaklanjuti dengan pemasangan pelindung atau penutupan akses dari dan ke tujuannya.


"Mari terus memberikan edukasi bahwa lintasan kereta api adalah kondisi yang berbahaya, sehingga pastikan kita menyadari risikonya," imbuh Desyawati. 


Dia melanjutkan, selalulah melakukan tindakan aman dan selamat saat melintas jalur kereta api, karena ada keluarga yang menanti di rumah, "Kenali bahaya, sadari risiko, karena aman dan nyaman dimulai dari saya!"

Tags:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)

#buttons=(Baiklah!) #days=(20)

Website ini menggunakan cookies. Cek Dulu
Ok, Go it!